Hubungan Dasar Antara Garis-Garis Berpotongan
Dalam bidang yang sama, ketika dua garis berpotongan, akan terbentuk dua jenis hubungan sudut penting:
- Sudut Bersebelahan dan Pelengkap (Sudut Bersebelahan pada Garis Lurus): Memiliki satu sisi bersama $OC$, dan sisi lainnya merupakan perpanjangan berlawanan arah. Secara jumlah, sudut bersebelahan saling melengkapi (jumlahnya $180^\circ$).
- Sudut Bertolak Belakang (Sudut Bertolak Belakang): Memiliki titik puncak bersama $O$, dan sisi dari satu sudut merupakan perpanjangan berlawanan dari sisi sudut lainnya.
Mengapa sudut bertolak belakang selalu sama besar? Mari kita uraikan dengan logika yang ketat:
$because$ $\angle 1$ dan $\angle 2$ saling melengkapi (definisi sudut bersebelahan)
$because$ $\angle 3$ dan $\angle 2$ saling melengkapi (definisi sudut bersebelahan)
$therefore$ $\angle 1 = \angle 3$ (Sudut pelengkap dari sudut yang sama adalah sama besar)
Siku-Siku: Posisi Khusus dari Perpotongan
Siku-Siku (Perpendicular) adalah bentuk ekstrem dari perpotongan. Ketika dua garis berpotongan membentuk empat sudut, jika salah satunya adalah $90^\circ$, maka kedua garis tersebut saling tegak lurus. Salah satu garis disebut sebagaigaris tegak lurus, dan titik perpotongannya disebuttitik kaki tegak lurus.
Kriteria dan Sifat Utama
- Bahasa Simbol: Jika garis $a, b$ tegak lurus, ditulis sebagai $a \perp b$; jika segmen $AB, CD$ tegak lurus, ditulis sebagai $AB \perp CD$.
- Aksioma Siku-Siku: Dalam bidang yang sama, melalui satu titik hanya ada satu garis yang tegak lurus terhadap garis tertentu. Ini menetapkankeunikan.
- Jarak terpendek adalah segmen tegak lurus: Diantara semua segmen yang menghubungkan titik di luar garis dengan titik-titik pada garis, segmen tegak lurus adalah yang terpendek.